– In English –
Whole Language is an Approach, a Philosophy, a Framework, a Theory, and an Orientation.
Whole Language is an educational philosophy that is complex to describe, particularly because it is informed by multiple research fields including but not limited to education, linguistics, psychology, sociology and anthropology.
Learning theory: impossible to understand learning of any kind by analyzing small parts of the learning system. Goodman thought that there any four “cueing systems” for reading, four things that readers have to guess what word come next: graphophonemics, semantics, syntactics and pragmatics.
Whole language also emphasis quality literature, cultural diversity and reading in groups and to students is widely supported by the educational community.
– In Bahasa Indonesia –
Whole Language adalah sebuah Pendekatan, Filsafat, Framework/kerangka, sebuah teori, dan Orientasi. Whole Language merupakan filosofi pendidikan yang rumit untuk dijelaskan, termasuk yang telah diinformasikan oleh beberapa bidang penelitian namun hal ini tidak terbatas pada pendidikan, linguistik, psikologi, sosiologi dan antropologi.
Teori Pembelajaran: mustahil untuk memahami pembelajaran apapun dengan menganalisis bagian-bagian kecil dari sistem pembelajaran. Goodman berpendapat,bahwa ada empat “sistem isyarat” untuk membaca, empat hal yang harus pembaca tebak dengan apa yang terjadi pada kata selanjutnya yaitu: graphophonemics, semantik, sintaktik dan pragmatik
Whole language juga menekankan kualitas sastra, keragaman budaya dan membaca berkelompok dan siswa yang didukung secara luas oleh komunitas pendidikan.
Whole Language is an educational philosophy that is complex to describe, particularly because it is informed by multiple research fields including but not limited to education, linguistics, psychology, sociology and anthropology.
Learning theory: impossible to understand learning of any kind by analyzing small parts of the learning system. Goodman thought that there any four “cueing systems” for reading, four things that readers have to guess what word come next: graphophonemics, semantics, syntactics and pragmatics.
Whole language also emphasis quality literature, cultural diversity and reading in groups and to students is widely supported by the educational community.
– In Bahasa Indonesia –
Whole Language adalah sebuah Pendekatan, Filsafat, Framework/kerangka, sebuah teori, dan Orientasi. Whole Language merupakan filosofi pendidikan yang rumit untuk dijelaskan, termasuk yang telah diinformasikan oleh beberapa bidang penelitian namun hal ini tidak terbatas pada pendidikan, linguistik, psikologi, sosiologi dan antropologi.
Teori Pembelajaran: mustahil untuk memahami pembelajaran apapun dengan menganalisis bagian-bagian kecil dari sistem pembelajaran. Goodman berpendapat,bahwa ada empat “sistem isyarat” untuk membaca, empat hal yang harus pembaca tebak dengan apa yang terjadi pada kata selanjutnya yaitu: graphophonemics, semantik, sintaktik dan pragmatik
Whole language juga menekankan kualitas sastra, keragaman budaya dan membaca berkelompok dan siswa yang didukung secara luas oleh komunitas pendidikan.